YSBC Penjurian - Menuju Grand Carnival 14 Juli 2018

SOLO – Menjelang pelaksanaan Grand Carnival Solo Batik Carnival (SBC) XI-2018, Yayasan SBC menyelenggarakan penjurian terhadap para talent.

Sekaligus sebagai penilaian dan evaluasi terhadap proses mulai dari konsep kostum, make up, koreo selama mereka menjalani karantina dan workshop hampir 4 bulan ini.

“Setelah para peserta mengikuti serangkaian acara workshop dan pelatihan tentang pembekalan pembuatan kostum hingga make-up, sebelum mereka mengikuti grand carnival sebagai puncak kegiatan. Kami diadakan acara penjurian, terhadap hasil karya mereka,” terang Lia Imelda, Ketua YSBC, ditemui saat penjurian.

Kostum yang didesain dan ditampilkan sekitar 150-an peserta, lanjut Lia, unsur batiknya minimal harus 70 persen.

Acara penjurian dilaksanakan di Atrium Utama Solo Paragon Lifestyle Mall, Minggu (1/7/2018) mulai jam 10.00 – selesai. Diikuti oleh delapan defile yang mewakili setiap daerah di Indonesia yaitu Lenggang Batavia mewakili daerah DKI Jakarta, Jawa Dwipa mewakili daerah Jawa Tengah, Nagari Minangkabau mewakili darah Sumatra Barat, Mapalili Mamiri mewakili daerah Sulawesi Selatan, Dayak Borneo mewakili daerah Kalimantan Timur, Tiara Dewata mewakili daerah Bali, Sasando Timor mewakili daerah Nusa Tenggara Timur dan Tana Sajojo mewakili daerah Papua.

Koordinator Instruktur SBC XI, Ade Sugriwa mengatakan, meskipun di acara penjurian ini belum optimal kostum yang ditampilkan, namun dirinya yakin para peserta sudah 98 persen siap tampil pada grand final.

“Kreasi para peserta jauh lebih baik di banding tahun lalu,” tegas Ade.

Seperti di ketahui SBC XI tahun ini mengangkat tema Ika Paramartha yang memiliki arti persatuan dalam kesatuan, perbedaan dalam keanekaragaman, keunikan dalam ciri khas masing-masing daerah, yang dipersatukan melalui seni dan budaya melalui kostum karnaval.

Salah satu Senior Solo Batik Carnival, Novita Ariani mengatakan, kreasi kostum karnaval berbahan dasar batik ini, dari tahun ke tahun semakin meningkat, terutama bagi peserta lama, desain dan konsep yang di tampilkanpun kian apik.

“Hal ini memacu peserta baru untuk lebih kreatif, meskipun masih terlihat mereka membuatnya secara kelompok,” tukas Novi.

SBC merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta, sebuah helatan karnaval dengan menggunakan batik sebagai bahan utama pembuatan kostumnya.

Harapannya adanya Internasional Event Solo Batik Carnival di kota Solo mampu memberikan kontribusi destinasi dan menarik wisatawan untuk datang ke Kota Solo, dan melalui kegiatan kreatif ini masyarakat semakin mencintai dan melestarikan Batik sebagai warisan kebudayaan.

Sebagai juri penilai antara lain, Disparta Kota Surakarta, Lia Imelda (Ketua Yayasan Solo Batik Carnival), Novita Ariani (Senior Solo Batik Carnival), Ning Hadiati (Dosen UNS Kriya Tekstil) dan Sri Uningsih. (ian)

Mangkunegaran Performing Art 2018

Mangkunegaran Performing Art 2018
Event Solo Batik Carnival

Solo Travel Mart

Solo Travel Mart
Event Solo Batik Carnival

Solo Culinary Festival

Solo Culinary Festival
Event Solo Batik Carnival

Festival Hadrah

Festival Hadrah
Event Solo Batik Carnival

model Lusiana Ang

model Lusiana Ang
Talent Solo Batik Carnival

prijander-funay

prijander-funay
Talent Solo Batik Carnival

bambang-joko-hartoyo

bambang-joko-hartoyo
Talent Solo Batik Carnival

anang-widodo

anang-widodo
Talent Solo Batik Carnival